17-an Identik dengan Penggalangan Dana di Tengah Jalan?

Baru inget saya, sebentar lagi adalah tanggal 17 Agustus yang setiap tahunnya dirayakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Berbagai macam bentuk apresiasi biasa dilakukan masyarakat Indonesia, dan apresiasi yang paling sangat biasa digelar adalah berbagai macam bentuk kegiatan perlombaan dan pentas seni. Saya tidak akan membahas apa arti/makna dari kemerdekaan itu sendiri, juga bentuk kegiatannya apa saja, tapi yang akan saya soroti di sini adalah bentuk penggalangan dana untuk terlaksananya kegiatan-kegiatan itu.

Menurut saya, sebenarnya cukup dengan menggalang dana dari warganya sendiri di mana warga berdomisilinya (door to door). Apakah ada aturannya harus mewah? Apakah sumbangan dari warga RT/RW setempat tidak mencukupi? Apakah salah kalau dilakukan dengan cara yang sederhana saja? Mungkin saja ada yang menjawab, “Ya kalau dananya terlalu minim juga gak seru.”

Baiklah, tapi menurut hemat saya, haruskah menggalang dana di tengah jalan? Apakah mereka sadar kalau itu membahayakan diri mereka sendiri maupun orang lain sesama pengguna jalan? Apakah mereka juga sadar kalau itu mengganggu ketertiban lalu lintas?

Tidak sedikit pula sebagian dari mereka ini ada yang memaksa, biasanya sih mereka yang sambil berjualan (baca: agak meresahkan).

Salam Damai..