Tagged: update Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • gatoti 01:36 on December 21, 2014 Permalink | Reply
    Tags: 30/30/30, , cli, custom, , , hardreset, , kisumu, , , update, , , webbase   

    Mem-flash OpenWrt pada Huawei HG553 

    Akhirnya bisa punya juga Huawei HG553, kalau dulu sih harganya lumayan mahal, tapi sekarang cukup dengan seratus ribuan sudah dapat deh 🙂 Firmware bawaan terasa kurang mantap, walaupun sudah menggunakan custom firmware Kisumu. Untuk informasi mengenai spesifikasi hardware, bisa lihat-lihat di sini.

    Bagi yang membutuhkan firmware Huawei HG553 bisa diambil di:

    https://drive.google.com/folderview?id=0B1Aj8bC-AJMKb0xtVjFuMkpmR0k&usp=sharing

    Peringatan: DWYOR ==> Do With Your Own Risk
    Langkah-Langkah

    Saya memulai langkah ini dari firmware bawaan router versi Kisumu:

    1. Seting IP PC dengan nomor network 192.168.0.x
    2. Buka browser dan ketikkan 192.168.0.1 untuk masuk ke setingan menu webbase router.
    3. Login dengan user: admin | pass: admin
    4. Pilih menu Management –> Restore Default dan klik Restore Default Settings
      hg553-1Ini berguna untuk mengembalikan setingan pabrik atau mengosongkan memory dari setingan-setingan yang telah kita buat sebelumnya.
    5. (More …)

     
    • Baguz InfoMedia 18:30 on February 9, 2016 Permalink | Reply

      kalau menggunakan openwrt settingannya lumayan ribet. terus kemarin sempat mau konek terus nggak mau lagi. aq kembaliin dech ke settingan awalnya.

      • gatoti 22:34 on February 9, 2016 Permalink | Reply

        hi..
        saya gak ngerti maksud koment anda ke arah mana. bebas2 aja anda mo pake openwrt atau gak, gak ada kewajiban 🙂 hidup dibikin mudah aja mas.. 😛

        tapi kalo mau belajar dunia router, salah satu yang populer adalah openwrt yang cukup banyak dukungan dari komunitas penggunanya.

        thx..

        • Baguz InfoMedia 23:09 on February 9, 2016 Permalink

          Ini pengalaman mas. Bukan contekan. Jadi saya tau mana yang udah saya coba sendiri. Klo saya lihat kayaknya itu tutorial yang di ambil dari beberapa sumber yang belum mas coba sendiri. Jadi nggak tahu tingkat kesulitanya dimana.

      • gatoti 02:50 on February 10, 2016 Permalink | Reply

        hi..
        maaf apabila ada tulisan saya yang menyinggung anda..
        sebagian besar tutorial yang saya tulis adalah kasus yang umum, referensinya pun umum bisa kita dapatkan di google, walaupun saya juga butuh (bisa) berhari2 bahkan berminggu2 untuk mendapatkan keyword yang tepat.

        tujuan utama saya menulis tutorial di blog saya ini — ya berbagi — istilah kerennya mungkin ‘sharing’ ilmu.. mungkin di antara teman2 kita ada yang membutuhkan.. berbagi itu indah 🙂

        tutorial yang saya tulis, adalah tujuan/capain/pengalaman kasus yang ingin saya capai/dapatkan, dan mungkin itu sudah sangat umum, tentunya saya yang masih belajar (khususnya) openwrt, pasti saya sangat membutuhkan referensi.. memang saya tidak mencoba semua referensi yang ada, tapi setidaknya dari referensi yang berhasil saya kumpulkan, mungkin suatu saat akan berguna bagi saya khususnya.

        pada proses belajar ini, saya juga gak sehari dua hari langsung bisa yang tinggal ngikutin referensi yang saya dapat dan saya pun melewati sama yang namanya trial & error berkali2, selain sebagai pembelajaran untuk saya pribadi, ini juga sebagai bentuk tanggung jawab moral saya terhadap apa yang saya tulis kepada publik. jadi saya pun akan berusaha sebaik mungkin, sebisa mungkin menjawab apabila ada pertanyaan2 dari publik. jika saya tidak bisa menjawab, saya pun akan berusaha bertanya pada google, dan saya coba arahkan si penanya untuk mengarah pada referensi yang ada.

        gak ada kata sulit, kalau kita memang mau belajar..

        semangkaaaaaa…….!!!

    • Bagus 13:41 on June 5, 2016 Permalink | Reply

      Gan mau tanya, saya punya HG553 unlock.. ga pernah saya pakai selama sekitar 3 bulan (krn kesibukan).. terakhir coba normal, saya test pakai modem, cm lampu indikatornya nyala redup bgt.. nah sekarang saya coba lagi nih, dan lampu indikator sama sekali ga ada yg nyala.. saya kira mati total awalnya, tp pas saya cek USB-nya ada tegangan.. ternyata sistem msh hidup.. saya coba masuk home router via web ga bisa.. saya hardreset juga setelah itu kondisi msh sama saja.. pernah nemu kasus gini ga gan? Apa ini bisa direpair? Atau udah rusak ya? Mohin informasinya. Terima kasih.

      • gatoti 18:17 on June 5, 2016 Permalink | Reply

        hi..

        apakah firmware yang ter-install masih firmware bawaan (kisumu)? ataukah sudah openwrt? kalau masih bawaan, saya kurang tau, tapi mungkin bisa dicoba dengan cara yang sama, tp kalau sudah openwrt, mungkin mas bisa coba dengan cara failsafe. kurang lebih caranya sama mas.. klo masih firmware bawaan IP nya 192.168.0.1 klo openwrt IP nya 192.168.1.1
        https://gatoti14.wordpress.com/2012/06/18/failsafe-pada-openwrt/

        dulu saya juga pernah coba unbrick tp-link, cuma sayangnya saya belom sempat bikin tutorialnya, koneksinya pake serial TTL, mas bisa baca2 atau cari di google, kata kuncinya seputar ‘debrick’ ‘unbrick’..
        juga bisa baca2 juga di link (hg553)openwrt dibagian ‘OEM installation using the TFTP method’
        https://wiki.openwrt.org/toh/huawei/hg553

        maaf jika dirasa kurang membantu.. thx..

      • gatoti 01:08 on June 20, 2016 Permalink | Reply

        hi..
        hmm.. ternyata saya mengalami hal yang sama mas bagus, setelah router hg553 ini tidak saya gunakan dalam beberapa hari, lampu indikator power tidak menyala, dan saya coba seperti yang mas bagus lakukan untuk pengecekan power pada usb, ternyata ada tegangan.. lalu yang saya lakukan adalah dengan mencoba beberapa kali mematikan dan menyalakan switch on/off yang dibelakang router, lama-kelamaan akhirnya bisa nyala sendiri.. kesimpulan saya mungkin ada ‘sesuatu hal’ pada hardware, entah apanya karena saya gak punya basic dalam hal elektro.. dan waktu saya menulis koment ini, ini adalah kejadian yang ke-tiga kalinya..
        maaf apabila ada koment saya yang salah, karena selama saya menggunakan hg553 ini selama 2 tahun sebagai router utama, baru kali ini ada masalah..

        thx..

    • Zamzam 23:58 on June 21, 2016 Permalink | Reply

      Mas mohon maaf menggagu, Router sy sudah di Uprade ke openwrt, Tp sy kesulitan meng-Configurasinya, Bisa konek klu mengunakan kabel Lan begitu jg wifinya harus dikonekan mengunakan kabel Lan, Intinya setelah di Upgrade setiap di hidupkan harus mengunakan kabel LAN, Sy Minta cara configurasi Makasih

      • gatoti 13:20 on June 22, 2016 Permalink | Reply

        hi..
        hmm.. aneh juga yah klo kejadiannya seperti itu.. saya sudah menangkap inti masalahnya, hanya saja akan lebih jelas lagi klo topologi jaringannya digambarkan..

        thx..

    • Junaidi 14:35 on July 19, 2016 Permalink | Reply

      Permisi gan,mohon bantuannya.. Sy ada masalah dgn router huawei hg553 yg terputus koneksi lan dan wifinya ketika di colokin modem atau print server di usb portnya.. Itu knp y gan? Padahal sdh gonta ganti firmware msh j ttp sama.. Mohon bantuannya.. Thx

      • gatoti 20:48 on July 19, 2016 Permalink | Reply

        hi..
        apakah power adaptornya sesuai dengan spesifikasi router nya? atau mungkin cek lagi konfigurasi lan, wifi, p910 dan modem..
        saya belum pernah mengalaminya, untuk print server saya tidak pernah ada masalah, dan saya juga tidak menggunakan modem usb, jadi saya gak tau persis masalahnya dimana.. maaf, saya tidak bisa membantu..
        mungkin anda bisa bertanya2 ke group facebook ‘openwrt indonesia’, disana banyak teman2 yang berbagi ilmu..

        thx..

    • menoe 01:26 on October 22, 2016 Permalink | Reply

      Misi gan, apa setelah instal openwrt barrier breaker 14.07 langsung support koneksi colok modem? Atau perlu instal yg lain2 lagi, thanks..

      • gatoti 07:00 on October 22, 2016 Permalink | Reply

        hi..

        klo pake firmware nya bawaan openwrt, ya masih standard, semua harus install sesuai yang kita butuhkan..
        klo pake custom firmware yang saya buat, gak support untuk install modem.. jadi intinya, klo mo pasang modem, jangan pake custom firmware yang saya buat..
        sebenernya saya juga lagi build untuk yang support modem, hanya saja modem nya sih saya ada, cuma sim card nya yang gk ada.. hehe.. 😛

        thx..

  • gatoti 01:30 on November 3, 2014 Permalink | Reply
    Tags: clean install, , evergreen, factory release, , , , , repository, rolling release, rolling update, tumbleweed, update,   

    openSUSE: Evergreen vs Tumbleweed 

    Dalam rangka mendekati release openSUSE 13.2

    tu-hari1

    Makin lama makin malas kalau tiap kali keluar versi baru (release) distro linux khususnya saya yang pengguna openSUSE yang tiap 8 bulan – 1 tahun sekali harus meng-install ulang (clean install). Maka saya mulai mencoba mencari informasi.

    Dimulai dari pertanyaan, apakah bisa openSUSE yang sudah ter-install (existing) untuk langsung di-upgrade ke versi selanjutnya yang lebih tinggi? Dari beberapa penelusuran saya di beberapa forum linux, sebagian besar yang telah mencoba langsung upgrade dari media DVD, (katanya sih) biasanya ada kendala pada library yang digunakan aplikasi versi lama yang belum tentu ada pada repository yang baru, sedangkan aplikasi-aplikasi yang baru membutuhkan library yang baru tapi juga bisa menyebabkan conflict pada library yang lama. Hhhmm.. bingung, jadi malas juga untuk mencoba, daripada error gak jelas.

    Setelah menelusuri kembali portal opensuse.org, saya pun mendapatkan 2 jawaban yang mungkin akan membantu masalah saya di atas, 2 jawaban itu akan saya quote saja, karena saya pun masih agak bingung, tapi mungkin intinya adalah:

    openSUSE:Evergreen = versi LTS (Long Time Support) yang akan tetap di support/update dari sisi keamanan ataupun bugfix dalam waktu tertentu antara 1 – 3 tahun setelah rilis openSUSE yang baru. CMIIW.
    (More …)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel